Hari ini Sang Saka Merah Putih berkibar di seantero Nusantara tercinta menandai kebahagian kita semua karena 63 tahun sudah Indonesia Merdeka dari tangan penjajah.
Meski 63 tahun telah Merdeka, namun kebanyakan rakyat Indonesia mengaku belum merasakan arti kemerdekaan, karena mereka masih hidup dibawah garis kemiskinan, kesengsaraaan makin menjadi-jadi setelah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikan, puluhan juta anak bangsa merintih di padang-padang penganguran.
Walaupun negeri dianugrahi oleh Allah SWT dengan kekayaan alam yang melimpah, sayangnya pengelolaannya lebih dikuasai oleh orang asing (baca perusahaan tambang asing) merekalah yang mengeruk habis kekayaan tambang kita, sementara anak negeri hanya menjadi penonton dan korban dari limbah dari aktivitas tambang perusahaan asing.
Kondisi serupa juga terjadi hutan tropis Indonesia, pembabatan hutan yang tak terkendali membuat hutan Indonesia makin menyempit, tak heran kalau bencana alam bertubi-tubi melanda bumi pertiwi.
Lewat memontum tujuh belas Agustus ini, mari kita jadikan sebagai penyemangat baru untuk kita semua mewujudkan cita-cita memajukan Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Ada banyak cara mengisi kemerdekaan RI dan menghormati karya pejuang kita yang telah rela mengorbakan nyawanya sampai ketitik darah penghabisan demi membebaskan Nusantara dari tangan penjajah, diantara dengan cara aktif berperan serta dalam menjaga dan melestarikan bumi Indonesia.
M E R D E K A, Hijaukan Indonesiaku.
Keterangan Photo : Marwan Azis/Sang Merah Putih Berkibar disalah satu kapal yang saya tumpangi dalam perjalanan menuju Pulau Buton-Provinsi Sulawesi Tenggara)
Posting ini bertaut wikipedia-n http://wikipedia-n.com/?p=6361






