Wawan atau Wan, begitu pria kelahiran 9 Mei 1981 di kaki Gunung Lompo Battang Provinsi Sulawesi Selatan biasa disapa. Ia menamatkan pendidikan dasar di SD 74 Garege (1993), selanjutnya di SMP Negeri 1 Kabupaten Jeneponto (1993-1995) , saat naik kelas 3, ia pindah dan tamat di Kota Bantaeng tepatnya di SMP Negeri 3 Bantaeng (1995-1996).
Setamat SMP, pria penganut vegetarian ini melanjutkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Bantaeng (1996 – 1999), kemudian hijrah ke Kendari Sulawesi Tenggara untuk melanjutkan dan menyelesaikan studi di Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Kendari (1999-2006).
Selama di kampus, ia banyak aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti di Himpunan Mahasiswa Agronomi (HIMAGRO), di HIMAGRO sempat dipercaya sebagai Ketua Umum untuk periode 2002-2003, selain itu juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari, Pers Mahasiswa Universitas Haluoleo, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo (Unhalu). Di HMI Cabang Kendari dipercaya sebagai Ketua Bidang Advokasi HAM dan Lingkungan Hidup (2005). Saat periode pengurusanya di HMI Cab Kendari kegiatan lingkungan hidup HMI kembali menggeliat setelah sempat redup selama beberapa periode.
Perhatiannya terhadap lingkungan mulai muncul saat kecil, bahkan saat masih duduk di bangku sekolah menengah, lelaki yang senang melancong ini, sudah berani menegur pelaku illegal loging yang sementara melakukan penebangan pohon pinus di sebuah gunung berada dibawah kaki Gunung Lompo Battang Sul-sel. Kiprahnya dalam berbagai koloborasi isu lingkungan di Kendari, membuat ED Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sultra saat itu dipimpin Ir La Ode Ota mengajak Marwan bergabung di WALHI sebagai anggota individu.
Pengetahuan tentang lingkungan hidup selain diperoleh langsung dari kebiasanya berpetualangan di alam dan dimantapkan lagi dengan mengikuti pelatihan pengembangan wawasan lingkungan untuk kader-kader bangsa yang diselenggarakan PB-HMI bekerjasama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sedangkan ilmu dibidang jurnalis diperolehnya di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (Tabloid Podium) Unhalu dan Pelatihan Jurnalistik 1 HIMAGRO pernah di gelarnya pada saat menjabat Ketua Umum Himagro Unhalu.
Memasuki semester terakhir pendidikan S1 tepatnya tahun 2004, Marwan diterima bekerja sebagai wartawan di Harian Kendari Ekspres (Jaringan Jawa post Group). Tahun 2006 memilih keluar di koran tersebut karena alasan penyelesaian studi dan konsen ke Green Press, organisasi Perkumpulan Wartawan Lingkungan ia dirikan bersama sejumlah jurnalis yang care terhadap persoalan lingkungan. Di Green Press ia dipercaya sebagai Sekjen dan moderator mailing list greenpress@yahoogroups.com. Ditingkat nasional Marwan juga aktif terlibat dalam pembentukan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau Society of Indonesia Environmental Journalist (MJLI/SIEJ) di deklarasikan di Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara 22 April 2006.
Keluar dari koran Kendari Ekspres tak membuatnya berhenti dalam kegiatan tulis menulis bahkan pengurus Devisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari menjadi koresponden dan kontributor di sejumlah media nasional dan lokal serta tulisan bertebaran di media online seperti www.jurnalcelebes.com, www.menlh.go.id, www.alamsulawesi.net, portal FKKM, Kantor Berita Pena Indonesia www.kabarbaru.com. www.suarapublik.org, www.greenpressnetwork.com.
Sekali-kali menyumbang tulisan ke Majalah SERASI, Eiger Adventure News (EAN) Bandung, Majalah Flona (Kelompok Gramedia) Jakarta dan The Brunie Times, Majalah Jendela Yogyakarta, Tabloid AGRINA Jakarta, Majalah Greenners Bandung serta sempat di percaya menjadi Pimpinan Redaksi Tabloid Jejak Sulawesi (media lingkungan hidup) tahun 2006 yang diterbitkan Green Press.
Ia juga sempat dipercaya sebagai Koordinator Regional Information Centre (RIC) Sulawesi, sebuah program pengawalan informasi lingkungan dan kehutanan yang berpusat di www.alamsulawesi.net hasil kerjasama Green Press dan Multistakeholder Forestry Programme-Departemen Internasional Development (MFP-DFID), RIC Sulawesi melibatkan jaringan jurnalis lingkungan se-Sulawesi sebagai kontributor (2005-2006).
Tak hanya itu Marwan juga aktif dalam penulisan dan penerbitan buku, buku berjudul “Pers dan Lingkungan Hidup” yang diterbitkan Green Press atas support MFP-DFID merupakan karya buku perdananya bersama jurnalis lingkungan yang tergabung dalam Green Press.
Tahun 2007 diajak oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai editor buku Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI) 2006 yang terbitkan KLH. Belakangan memilih sebagai jurnalis freelance di Jakarta serta aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta dan menjalankan hobbynya sebagai blogger pada sejumlah blog baik pribadi maupun komunitas seperti blog berita lingkungan www.greenpressnetwork.blogspot.com, sedangkan catatan jalan-jalannya bisa dinikmati di blog www.petualanganku.multiply.com dan saat ini lgi konsen mengelola situs www.beritalingkungan.com yang didirikannya bersama sejumlah jurnalis yang care dengan isu lingkungan hidup.
Kontak email : marwanazis@gmail.com HP :085656081317, 081219596499. Facebook : Marwan Greenpress (inboxmarwan@yahoo.co.id)
“Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak,”
-John Naisbitt”






aslmkm…brother..
thanks udah mampir di blog-ku, sudi mengomentari yg ini: http://masbadar.wordpress.com/2008/05/20/inspirasi-dari-nyimeng-hingga-dengerin-murottal/
Oleh: masbadar on Mei 21, 2008
at 2:09 am
Walaikum.
Sama-sama brother.
Oleh: Marwan on Mei 26, 2008
at 4:06 pm
blog yang keren….. penuh sama informasi hijau dan masih seger, mudah-mudahan masih organik
wassalam…
Oleh: iwanglenteng on Juni 6, 2008
at 4:47 am
Salam kenal dari Parahyangan.
Oleh: ubadbmarko on Juni 8, 2008
at 4:23 am
pakabar bang azis?
masih ingat saya kah?
waktu itu kita ketemu di IPB International Convention Centre, Bogor, akhir Desember 2007 lalu.
semangat terus…
salam lestari dan senyum tulus
Oleh: ubai on Juli 13, 2008
at 8:51 am
sama-sama bang marwan…terus ingatkan saya.
Oleh: ubai on Juli 21, 2008
at 10:31 am
http://www.mahacalaunhalu.wordpress.com
coba
Oleh: arowelitenggara on Juli 31, 2008
at 5:37 pm
he..he, saya coba lagi yah..
salam marwan ganteng, sama2 alumni unhalu jangan sombong. btw apa masih di jakarta atau dah di kendari, kalau dilihat dari fotomu,perasaan kita pernah ketemu dijakarta yah, masih ingat yah waktu di otista..
salam lestari
Oleh: mahacalaunhalu on Juli 31, 2008
at 5:39 pm
Hallo kawan Mahacala, ya betul kita pernah ketemu di daerah Otista Kebon Nanas Jakarta Timur. Sekarang masih di Jakarta, udah kangen juga ama minuman sarabba-nya Teluk Kendari, yang paling enak dinikmati sambil menghabiskan waktu malam bersama teman-2 disana, yang biasa saya lakukan usai liputan bersama anak-anak AJI dan Green Press. Oh ya ente masih di Pondok Indah atau udah balik ke Kendari ya? apa nie kegiatan sekarang.
Oleh: Marwan on Agustus 3, 2008
at 9:15 am
iya bos-ku, masih dijakarta. sekarang masih inisiasi kelompok di kendari. tepatnya di konawe utara. jadi saya sering pulang aja untuk monitoring kegiatan kantor.
kapan2 koajar saya buat blog..oke teman thanks atas kunjungannya.
Oleh: mahacalaunhalu on Agustus 3, 2008
at 1:59 pm
yakusa
Oleh: aRuL on Agustus 17, 2008
at 5:28 pm
Salam kanda..
Oleh: Andi Amirullah on Februari 15, 2009
at 10:56 pm
hallo bro, salam knal dari jawa…..
Oleh: bentang on Mei 15, 2009
at 1:50 pm
catatan berserakan yang berharga. suntingan yang pandai. aq ngga sempat buka semua. aq juga ngga terbiasa dengan kegiatan maya macem gini. gaptek. walau pun keseharian kerjaku sangat tergantung dan menuntut itu. jadi bagaimana aq bisa ketemu ya. apa mungkin perjalannku bisa sampai ke derahmu gus Wan?
Oleh: alukluwalmarjan on Agustus 3, 2009
at 4:48 pm