Ini ada acara menarik yang akan membahas tentang dunai blog dan jurnalisme yang menghadirkan Budi Putra, blogger pendiri Asia Blogging Network, mantan wartawan Tempo sebagai pembicara. Undanganya diposting kawan Wahyu Dhyatmika Divisi Pengembangan Profesi Aliansi AJI Jakarta di mailinglist AJI. Mungkin ada kawan-kawan yang berminat.

AJI Jakarta berencana mengadakan kelas jurnalistik secar rutin setiap bulan sekali. Adanya kelas ini diharapkan bisa mewadahi minat belajar wartawan, terutama anggota AJI, dan kebutuhan untuk terus berdiskusi mengenai isu-isu jurnalisme mutakhir dan prakteknya dalam kerja jurnalis sehari-hari.

Kelas akan diformat dalam suasana informal, dengan menjaga kualitas diskusi dan pembelajaran bersama. Setiap pertemuan akan menghadirkan satu jurnalis senior atau yang dipandang berpengalaman dalam bidang yang digelutinya, untuk bertukar pikiran mengenai satu aspek tertentu dalam jurnalisme. Kelas pertama April ini mengangkat tema “Blog dan Jurnalisme”. Dasar pemikirannya tak lepas dari makin banyaknya jurnalis yang serius menuangkan karya jurnalistiknya di blog pribadi.

Apa batas antara blogger dan jurnalis dalam konteks Indonesia? Apa pentingnya mengembangkan blog sebagai bentuk jurnalisme kewarganegaraan (citizen journalism)? Dua pertanyaan itu adalah sebagian yang ingin dijawab lewat diskusi ini. Tak hanya itu, sejumlah tips dan trik soal bagaimana menulis blog yang efektif sampai kiat memanfaatkan blog untuk keuntungan komersial, juga akan didiskusikan.

Kelas Jurnalistik perdana ini akan diselenggarakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 19 April 2008
Waktu : Pukul 10.00 wib – selesai
Pembicara : Budi Putra, blogger pendiri Asia Blogging Network, mantan
jurnalis TEMPO
Tempat : Sekretariat AJI Jakarta, Sekretariat AJI Jakarta, Jl. Prof.
Dr. Soepomo No. 1A, Kompleks Bier, Pancoran, Jakarta, Telp. 021-83702660

About marwanazis

selamat datang diblog pribadiku

One response »

  1. Sabda mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi.
    Jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah kurang lebih 80%.
    Jadi permasalahan Kemiskinan, Kerawanan Sosial, Pengangguran, Kriminal, Kesehatan, Pendidikan, SDM dan lainnya yang terjadi di Indonesia adalah orang yang beragama Islam.

    Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen, Agama Islam mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam.
    Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
    Islam adalah universal.
    Islam mengurusi banyak hal kehidupan manusia
    Baik hubungan dengan Alloh, dengan manusia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan alam semesta hingga kehidupan setelah manusia meninggal.
    Oleh sebab itu, pemimpin harus bertanggung jawab memastikan perkara agama dan akhlak untuk keselamatan bersama di dunia dan akhirat.
    Setiap pemimpin di akhirat kelak akan ditanya oleh Alloh Ta’ala setiap orang di bawah pimpinannya, tidak terkecuali pemimpin besar atau kecil, umum atau khusus.
    Mereka tidak boleh memikirkan bidangnya saja.
    Dalam ajaran Islam, masalah agama terutama di sudut fardhu ain mesti diketahui, dihayati dan diamalkan oleh setiap mukallaf (muslim, baligh, berakal yang telah dapat dikenai hukum).

    Insya Alloh, 09 April 2009, bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih pemimpin bangsa sekaligus wakil rakyat, yaitu:

    1. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 2 (Kabupaten atau Kota Madya)
    2. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 1 (Provinsi)
    3. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPR RI (Pusat)
    4. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPD

    Sebenarnya mereka dipilih rakyat Indonesia untuk menjadi wakil rakyat di pemerintahan Indonesia.

    Jangan terlupakan, yaitu :
    Pengalaman ketika RUU Sisdiknas tanggal 30 Maret 2003.
    Kontraversi yang diangkat oleh beberapa anggota DPR RI adalah RUU Sisdiknas pasal 12 yang berbunyi,
    “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”.
    Apa yang salah tentang pasal 12 ini?
    Tidak ada yang dirugikan, tapi lagi-lagi beberapa wakil rakyat yang ada di DPR RI tidak setuju yaitu dengan beraneka alasan dan argumentasi untuk menolaknya.
    Alhamdulillah, dengan perjuangan, persatuan dan kekuatan umat Islam, UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003.
    Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL pada tanggal 8 Juli 2003 disyahkan oleh DPR RI dan ditandatangani oleh Presiden.

    Pengalaman ketka RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang bertujuan menata dan mengatur kegiatan pronografi dan moral manusia selalu terhambat menjadi Undang-undang oleh beberapa anggota wakil Rakyat di DPR RI.

    Dan masih banyak lagi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mendorong bangsa Indonesia menuju kebaikan terhambat oleh ulah beberapa wakil rakyat di DPR RI.

    Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Jika kita sudah mempunyai KTP, apalagi KTP-nya tertulis beragama Islam maka kita berkewajiban untuk mengikuti Pemilihan Umum yang akan memilih wakil rakyat Indonesia.
    Silahkan memilih partai yang sesuai dengan pilihannya.
    Partai boleh beda, tapi calon pemimpin yang akan di contreng harus seiman atau se-aqidah Islam.
    Jangan pilih partainya saja, karena nantinya pemilih tidak tahu siapa yang akan menjadi pemimpin.
    Tapi pilihlah partai yang diinginkan (sehati) dan orang yang akan dipilih menjadi pemimpin.
    Jangan GOLPUT. Karena akan mengakibatkan pemimpin kita tidak jelas.

    TIP CONTRENG PEMIMPIN (Khusus yang KTP nya beragama Islam):
    1. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama ISLAM dan Amanah.
    2. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama Islam.
    3. Yang lebih aman adalah pilih partai yang berazaskan Islam.

    Bila belum tahu calon pemimpin yang akan dipilih (contreng) maka :
    1. Cari daftar nama calon pemimpin yang-ber-inisial (nama panggilan) Islam
    (Misal: Muhammad, Ahmad, Akbar dll)
    2. Tanyakan ke orang lain / tetangga, Siapa calon pemimpin yang beragama Islam?

    Semoga bermanfaat.

    Sampaikanlah email ini kepada teman, saudara, orang tua yang sudah mempunyai KTP, khususnya KTP yang tertulis beragama Islam.
    Kita harus memilih pemimpin yang beragama Islam.
    Yaitu sesuai dengan aqidah kita.
    Partainya silahkan berbeda sesuai yang diinginkan.
    Tapi nama calon pemimpin yang di contreng adalah orang yang se-aqidah.
    Sehingga negara Indonesia mempunyai undang-undang dan peraturan pemerintah sesuai dengan penduduk Indonesia yang beragama 80% Islam.

    Sekali lagi ” Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s