Senator Barack Obama, kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai
Demokrat, tahu betul memanfaatkan kekuatan situs atau blog pribadi
untuk meraih simpati sekaligus kemenangan. Pada konvensi partai, Obama
menyingkirkan saingan terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, dengan orasi
kampanyenya yang mengena. ***

Di luar kemampuannya memikat calon pemilih yang amat rasional di dunia
nyata, Obama juga unggul di dunia maya. Ia pandai memanfaatkan
kekuatan media online. Terlepas bahwa orang lain yang menggarap
perwajahan dan isi situs pribadinya, Obama tidak harus malu menyatakan
diri sebagai blogger yang mengelola dan memelihara situs pribadinya
secara rutin.

Tengok situs http://www.barackobama. com atau http://www.my.barack- obama.com yang
selalu di-update. Kedua situs itu tidak semata-mata meminta dana dari
para simpatisannya, tetapi juga menawarkan berbagai produk ”Barack
Obama”. Tidak kurang dari 400 produk ditawarkan, mulai dari kaus
T-shirt, topi, pin, kancing, payung, jaket, cangkir, sampai stiker.
Lebih progresif, Obama memiliki armada pengiriman barang agar lekas
sampai kepada pemesan.

Selain mengundang para blogger membuat testimoni, Obama juga menarik
pemilih His- panik dengan membuat situs versi bahasa Spanyol. Ini yang
paling mencengangkan: Obama memiliki kanal untuk me- nyambut pemilih
Hillary Clinton!

Di kanal bertajuk ”Welcome Hillary Supporters” yang dilengkapi foto
Hillary itu, Obama menyilakan pendukung Hillary segera beralih
mendukungnya. Alasannya sederhana, setelah Hillary kalah dalam
konvensi, para pendukung Hillary pun merupakan orang-orang Demokrat
yang amat diperlukan saat pemilihan presiden melawan kandidat Partai
Republik, John McCain.

Jelaslah, Obama tidak menganggap Hillary dan para pendukungnya sebagai
”pengkhianat” yang harus dijauhi hanya karena tidak memilihnya. Lewat
situs pribadinya, Obama mengajak mereka memperkuat dan memenangkan
Demokrat dalam pemilihan presiden dengan cara memilihnya.

Dari situs pribadinya pula, para netter simpatisan Obama bisa
mengetahui di mana Obama berada di dunia maya. Jejak Obama yang
memanfaatkan ”ruang maya” tersebut bisa ditemui di sejumlah situs
jejaring sosial, seperti Facebook, MySpace, YouTube, Flickr, Digg,
Twitter, Linkedin, Eventful, BlackPlanet, Faithbase, Eons, Glee,
MiGente, MyBatanga, DNC Partybuilder, dan AsianAve.

Pada 6 Juni 2008, pendukung Obama di Facebook baru 864.832 netter.
Belum sampai dua minggu, pendukungnya sudah satu juta! Jumlah ini jauh
di atas Hillary yang meraih 158.234 pendukung dan McCain yang meraih
146.439. Demikian pula di Twitter, pada 17 Juni pendukung Obama
998.901, yang apabila dihitung-hitung ada 135 pendukung baru setiap 20
menitnya.

Tak sekadar narsis

Blog sering dilecehkan sebagai media orang narsis, yakni orang- orang
yang kelebihan hasrat menonjol-nonjolkan dirinya sendiri, orang yang
senang memuji-muji kehebatannya sendiri. Karena narsisme ingin selalu
dilihat dan bahkan dipuji orang, blogger terkena getah harus
menanggung konotasi negatif.

Akan tetapi, kenyataannya, jumlah blogger terus membengkak.
Technorati, situs penyurvei blog, menyebutkan, akhir Desember 2007
terdapat 112 juta blogger ”menyesaki” jagat maya internet ini. Seiring
dengan berkembangnya jenis-jenis blog yang mengarah ke video blog
(vlog), jumlahnya hingga sekarang boleh jadi sudah sampai 200 juta.
Jika benar ada 1 miliar orang di dunia tersambung ke internet, artinya
seperlima pengguna internet di jagat ini adalah blogger!

Penyedia blog gratisan, seperti WordPress, saat tulisan ini diturunkan
sudah mencatat 3.458.488 pengguna. Dari jumlah itu, ada 143.266
posting atau konten yang diunggah (upload) setiap harinya. Padahal
selain WordPress, ada juga puluhan situs penyedia web gratis. Sebut
saja Blogspot, Blogsome, Blogdrive, Movable Type, LiveJournal, dan
Dagdigdug. Situs terakhir adalah penyedia blog milik orang Indonesia.

Perang blog pernah terjadi saat pemilihan presiden Perancis beberapa
waktu lalu antara Nicolas Sarkozy melawan saingan terkuatnya, Segolene
Royal. Mulanya Royal, politisi perempuan, yang membuat blog. Tidak
lama, Sarkozy membuat blog pribadi dan ”memelototi” blog-nya setiap
ada kesempatan karena tak mau kalah dari Royal.

Dekati konstituen

Blog dan situs jejaring sosial seperti Facebook sebenarnya bisa
mendongkrak popularitas politisi lokal menjadi politisi global. Contoh
Perdana Menteri China Wen Jiabao. Di dunia nyata, namanya tidak
dikenal. Orang mungkin lebih tahu Jet Lie atau Jackie Chan. Meski Wen
Jiabao orang ”jadul”, tetapi ia tidak terlalu malu untuk menjadi salah
seorang digital migrant dengan memajang dirinya di Facebook.

Berkat usahanya mengkapling ”ruangan” di Facebook, plus berkat
kepedulian dan kehadiran Wen Jiabao mengunjungi korban gempa bumi
Sichuan, popularitasnya sebagai politisi meningkat dengan menduduki 10
besar politisi dunia. Meski tidak sefantastis Obama di urutan pertama
yang menggaet lebih dari 1 juta pendukung, Wen didukung 20.136 netter.

Di negeri sendiri, blog artis sinetron Sandra Dewi yang baru
diluncurkan beberapa waktu lalu sudah menggaet lebih dari 8.000
anggota dengan ribuan pengunjung.

Sayangnya, blog tidak dimanfaatkan para politisi Indonesia, khususnya
anggota DPR. Padahal, jika anggota DPR nge-blog, ia akan lebih dekat
dengan konstituen, toh internet sudah sampai ke desa-desa. Belum
pernah terdengar anggota DPR nge-blog seperti Menteri Pertahanan
Juwono Sudarsono. Sejumlah anggota DPR justru ramai dibicarakan di
blog karena kena co- kok KPK. Beberapa anggota lainnya malah menjadi
”bintang” blog karena ketahuan berbuat mesum.

Akan tetapi, percayalah, masih banyak politisi dan anggota DPR yang
baik dan berakhlak mulia, yang mungkin siap-siap nge-blog agar bisa
berdekat-dekat dengan konstituen. Bukankah Pemilu 2009 sudah semakin
mendekat? (PEPIH NUGRAHA/Kompas)

About marwanazis

selamat datang diblog pribadiku

2 responses »

  1. bangzenk mengatakan:

    kirain tulisan abang

    ada contoh bagus dari calon walikota bandung. kampanyenya online, mirip barack obama.

    hanya bedanya, beliau memang blogger sebelum dicalonkan menjadi calon walikota oleh salah satu partai.

    salamhangat.

  2. BaNi MusTajaB mengatakan:

    Blogger di kalangan politisi kita agaknya belum banyak. Mereka lebih suka tampil di televisi atau berkunjung langsung ke konstituen.
    Membagikan kaos atau bendera mungkin tradisi yang paling digemari. Padahal kemampuan orasinya banyak yang tidak menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s