PLTN 2
Negara-negara pengembang nuklir seperti Jepang, Rusia, dan Korea, telah memberikan pelajaran berharga betapa bahayanya nuklir bagi kehidupan. Namun, seolah tidak belajar darikesalahan-kesalahan tersebut, pemerintah Indonesia justru berencana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) guna mengatasi krisis energi. Ekonomis, adalah alasan paling ampuh yang dikemukakan pendukung PLTN. Lantas, apakah imbang nilai ekonomis dibanding
ancaman bencana yang dikandungnya?

Negara-negara pengembang nuklir seperti Jepang, Rusia, dan Korea, telah memberikan pelajaran berharga betapa bahayanya nuklir bagi kehidupan. Namun, seolah tidak belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut, pemerintah Indonesia justru berencana untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) guna mengatasi krisis energi. Ekonomis, adalah alasan paling ampuh yang dikemukakan pendukung PLTN.

Lantas, apakah imbang nilai ekonomis dibanding ancaman bencana yang dikandungnya?Pada 26 April 1986, sebuah kecelakaan nuklir terbesar sepanjang sejarah terjadi di Chernobyl, Uni Sovyet. Kecelakaan tersebut, menyebabkan 31 orang dinyatakan meninggal, 200 orang luka-luka, sementara 135 ribu orang yang berada 30 km di sekitar reaktor terpaksa dievakuasi. Sedangkan sebanyak 24.403 orang dinyatakan terkena radiasi berat dan sebagian hingga kini belum diperkenankan untuk kembali.

Partikel akibat ledakan itu mengandung radio aktif 400 kali lebih banyak dari ledakan bom atom Hiroshima dan memaksa sepertiga juta orang mengungsi dari kediamannya serta menyebabkan epidemic kanker tiroid (gondok) pada anak-anak. Biaya kerugian ekonomi, kesehatan dan pembersihan kompensasi, dan kerugian produktivitas meningkat berlipat-lipat dalam miliaran dolar.

Perkiraan awal bahwa ratusan atau ribuan orang akan tewas akibat bencana itu, memang tak terbukti. Tetapi kerusakan genetis akibat bencana itu perlahan akan menimbulkan efek negatif.Nuklir sendiri berarti bagian dari atau yang berhubungan dengan nucleus (inti atom). Teknik nuklir banyak dipergunakan dalam berbagai bidang keteknikan. Diantaranya, perancangan, pengembangan, percobaan, operasi dan perawatan sistem dan komponen fisi nuklir.

Salah satunya adalah dalam PLTN. Menurut Wikipedia Indonesia, definisi PLTN ialah stasiun pembangkit listrik thermal,di mana panas yang dihasilkan dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.PLTN termasuk dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya keluarnya konstan (tetap). PLTN dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor yang digunakan.

Tetapi ada juga PLTN yang menerapkan unit-unit independen, dan hal ini bisa menggunakan reaktor yang berbeda. Indonesia kini menggebu lagi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dipicu oleh krisis energi yang kuat proyek yang sangat riskan ini kembali diungkapkan oleh pemerintah setelah tahun 1980an gagal membangunnya kerena krisis ekonomi.

Di Bandung, awal tahun 2007 Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Soedyartomo mengungkapkan, persiapan pembangunan Pembangkit Lintrik Tenaga Nuklir Semenanjung Muria memasuki tahap detil desain seismik,”Desain seismik itu disiapkan untuk mengantisipasi gempa terbesar yang pernah terjadi 300 tahun sebelumnya,”katanya di Bandung.PLTN Muria sudah sejak 1988 direncanakan untuk didirikan namun, persoalan ekonomi terus melanda Indonesia.

Namun, kini krisis energi yang terjadi di dunia memaksa rencana yang sudah beredar tahu 70an itu disosialisasikan kembali. Di Semananjung Muria, Soedyartmo, terdapat tiga calon tapak untuk lokasi pembangkit pertama di Indonesia tersebut. Pembangkit ini diperkirakan mampu menghasilkan listrik sampai 7.000 megawatt.Perlu diketahui, adanya sesar yang tidak jauh dari Semenanjung Muria. Meski terdapat sesar Lasem, paparnya, lokasi Semenanjung Muria masih tergolong aman. Alasannya, lokasi itu memenuhi syarat karena ujung sesar masih berjarak 10 kilometer dari calon tapak pembangkit listrik nuklir.

Dia menjelaskan, unit ukuran desain seismik pada tapak pembangkit listrik nuklir atau istilahnya Ground Acceleratian (Gal), unit kecepatan tertinggi dari bergoyangnya tanah akibat gempa bumi. Dari parameter itu, lokasi Semenanjung Muria masih di bawah 300 Gal.Sumber Energi EkonomisSebenarnya, pemanfaatan nuklir dalam PLTN memberikan banyak keuntungan. Diantaranya, tidak menimbulkan gas rumah kaca, tidak mencemari udara, biaya bahan bakar
rendah, serta ketersediaan bahan bakar yang melimpah.

Namun, di balik keuntungan-keuntungan tersebut, pemakaian nuklir dalam PLTN tetap saja menyimpan kerugian yang lebih beresiko. Yaitu, resiko kecelakaan nuklir seperti yang terjadi di Uni Soviet dan limbah nuklir yang mengandung radio aktif. Perlu diketahui, limbah radio aktif ini dihasilkan dalam jumlah yang tinggi dan bertahan hingga ribuan tahun.Hal inilah yang kini banyak dikhawatirkan oleh sejumlah kalangan pecinta lingkungan.
Tolak PLTN
Terkait rencana pemerintah Indonesia yang akan membangun PLTN di daerah Muria. Koordinator Environment Parliament Watch (EPW), Marwan Azis menyatakan, bahwa Indonesia dianggap belum siap jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran nuklir. “Indonesia belum memiliki sarana pengelolaan limbah nuklir serta belum mampu menyediakan teknologi memadai jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran,”ungkapnya pada Konstan.

Berdasarkan penelitian,terbukti bahwa rata-rata untuk satu orang yang tinggal sekitar 1 km dari sebuah reactor nuklir, dosis radiasi yang diterimanya dari bahan-bahan reaktor tersebut kurang dari 10 persen dari radiasi alam.

Selain itu, pembangunan PLTN akan menyebabkan bencana besar, khususnya bagi para konsumen air tawar. Dimana radiasi nuklir akan dengan mudah menyebar dalam air tawar melalui proses desalinasi, sehingga konsumen akan terkontaminasi oleh radiasi nuklir. Dan diketahui, bahwa PLTN SMART yang akan dibangun, ternyata juga menggunakan proses desalinasi.Pembangunan PLTN di Indonesia juga memiliki resiko yang cukup besar, terutama yang disebabkan oleh reaktor-reaktor nuklir. Hal ini disebabkan kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana. Dimana terdapat banyak gunung berapi, sehingga potensi gempa dan tsunami sangat besar.

Sedangkan keberadaan reaktor-reaktor tersebut sangat membutuhkan tempat yang stabil. Hal ini untuk menghindari terjadinya kebocoran maupun keretakkan.Marwan juga menambahkan bahwa biaya penutupan reaktor nuklir, ketika sudah tidak lagi digunakan biayanya menjadi dua kali lipat dari biaya pembangunannya.

Selain dianggap mendatangkan bencana kesehatan, dan malapetaka bagi kelangsungan makhluk hidup. Pembangunan PLTN di Indonesia hanya akan menciptakan ketergantungan pada negara-negara maju. “Indonesia ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan negara maju, karena di negara-negara maju sendiri pemakaian nuklir sudah mulai
dikurangi,”tegasnya.

Marwan bahkan menyebut pemerintah Indonesia tidak konsisten. Karena ketika belum lama ini, pemerintah Indonesia bersama negara-negara barat ikut menyetujui pelarangan penggunaan nuklir bagi Iran. “Sekarang pemerintah sendiri malah membangun PLTN,” ungkapnya.

Sementara, anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Dede Yusuf , saat hearing dengan pihak EWP menyatakan, siap menerima aspirasi dari semua pihak berkaitan dengan rencana pembangunan PLTN ini.

Namun, sejauh ini pihaknya baru mendengar masalah PLTN ini dari media massa.”Selama ini yang dibahas baru sebatas pemanfaatan energi batu bara dan energi panas bumi, sementara PLTN belum ada,”katanya.Marwan menambahkan, bahwa pembangunan PLTN oleh pemerintah arahnya lebih kepada aksi unjuk kekuatan semata, dan bukan karena benar-benar diperlukan.

Sedangkan alasan pemerintah sendiri membangun PLTN ini, yaitu guna mengatasi krisis energi yang saat ini terjadi di Indonesia. Menurut Marwan, alasan ini terlalu dipaksakan. Sebab, ketersediaan sumber daya alam di Indonesia masih cukup besar dan masih dapat dimanfaatkan lagi dengan asas keseimbangan lingkungan dan keadilan bagi masyarakat.

Simpan Bencana

Limbah nuklir merupakan salah satu hal yang menimbulkan kecemasan dimasyarakat. Seperti limbah-limbah lainnya, limbah nuklir merupakan bahan yang sudah tidak dimanfaatkan lagi karena bersifat radioaktif, dan mengandung potensi bahaya radiasi. Sumber-sumber limbah nuklir sendiri, paling besar berasal dari PLTN. Yaitu sekitar 90 %. Sementara 10 persennya, berasal dari penggunaan radioaktif di rumah sakit untuk kepentingan diagnosa. Maupun industri-industri yang memanfaatkan radioaktif untuk radiografi dan sebagainya.Unsur-unsur radioaktif dalam limbah nuklir mampu memancarkan radiasi.

Maka, limbah nuklir tidak bisa di buang begitu saja ke lingkungan. Karena radiasi yang dipancarkannya berpotensi memberikan efek merugikan terhadap kesehatan manusia. Seperti menimbulkan cacat permanen, merusak sel manusia, hingga menyebabkan kematian. Sehingga, pembuangan limbah nuklir harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Lazimnya, di negara-negara maju metode penanganan limbah cair dilakukan dengan tiga teknik. Yaitu, dengan dipadatkan atau dipekatkan, dibiarkan meluruh dalam tempat penyimpanan khusus, dan terakhir limbah cair diencerkan dan didispersikan ke lingkungan. Karenanya, diperlukan teknologi yang tinggi dalam rangka mengelola limbah nuklir tersebut. Setelah itu, limbah yang telah dikelola dengan teknologi tinggi tersebut tetap harus disimpan ditempat khusus yang aman dan jauh dari kehidupan manusia.

Sementara Indonesia sendiri belum mampu menyediakan teknologi tinggi untuk mengelola limbah nuklir itu nantinya.Dengan penanganan yang memadai saja reaktor nuklir sangat berpotensi membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa manusia. Radiasi yang diakibatkan oleh reaktor nuklir ini ada dua. Pertama, radiasi langsung, yaitu radiasi yang terjadi bila radio aktif yang dipancarkan mengenai langsung kulit atau tubuh manusia.

Kedua, radiasi tak langsung. Radiasi tak langsung adalah radiasi yang terjadi lewat makanan dan minuman yang tercemar zat radio aktif, baik melalui udara, air, maupun media lainnya.Baik radiasi langsung maupun tidak langsung, akan mempengaruhi fungsi organ tubuh melalui sel-sel pembentukannya. Organ-organ tubuh yang sensitif akan dan menjadi rusak.

Sel-sel tubuh bila tercemar radio aktif uraiannya sebagai berikut: terjadinya ionisasi akibat radiasi dapat merusak hubungan antara atom dengan molekul-molekul sel kehidupan, juga dapat mengubah kondisi atom itu sendiri, mengubah fungsi asli sel atau bahkan dapat membunuhnya. Pada prinsipnya, ada tiga akibat radiasi yang dapat berpengaruh pada sel. Pertama, sel akan mati.

Kedua, terjadi penggandaan sel, pada akhirnya dapat menimbulkan kanker, dan ketiga, kerusakan dapat timbul pada sel telur atau testis, yang akan memulai proses bayi-bayi cacat. Selain itu, juga menimbulkan luka bakar dan peningkatan jumlah penderita kanker (thyroid dan cardiovascular) sebanyak 30-50% di Ukrania, radang pernapasan, dan terhambatnya saluran pernapasan, juga masalah psikologi dan stres yang diakibatkan dari kebocoran radiasi.

Ada beberapa bahaya laten dari PLTN yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, kesalahan manusia (human error) yang bisa menyebabkan kebocoran, yang jangkauan radiasinya sangat luas dan berakibat fatal bagi lingkungan dan makhluk hidup.
Korban PLTN
Kedua, salah satu yang dihasilkan oleh PLTN, yaitu Plutonium memiliki hulu ledak yang sangat dahsyat. Sebab Plutonium inilah, salah satu bahan baku pembuatan senjata nuklir. Kota Hiroshima hancur lebur hanya oleh 5 kg Plutonium. Ketiga, limbah yang dihasilkan (Uranium) bisa berpengaruh pada
genetika.

Di samping itu, tenaga nuklir memancarkan radiasi radio aktif yang sangat berbahaya bagi manusia.Oleh karenanya, pemakaian energi alternatif yang ramah lingkungan dinilai sebagai pilihan tepat, ketimbang pembangunan PLTN. Energi alternatif yang dapat dimanfaatkan antara lain, panas bumi, tenaga gelombang dan arus , energi nabati, bioenergi dan potensi energi lainnya. Sehingga lingkungan dapat kita selamatkan dari kehancuran. Dan hal itu juga, sebagai wujud kasih sayang kita terhadap lingkungan yang kita tinggali ini. Fit

Sumber : Majalah Konstan Online
http://www.majalahkonstan.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=728<a

About marwanazis

selamat datang diblog pribadiku

2 responses »

  1. axlrose mengatakan:

    🙂 PLTN sudah ada di Indonesia. Ada di Serpong. Tinggal pasang generator saja. Suer. What else?

  2. leauxities mengatakan:

    wah ngeri jg ya akibat radiasi nuklir.aq jd takut.
    mas punya artikel mengenai penanggulangan radiasi nuklir bagi pencernaan manusia?
    makasih banyak mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s