Kejadian gempa sekitar 7,6 SR yang mengguncang Manokwari, Papua Barat, menyebabkan sejumlah bangunan hotel roboh. Yang terparah adalah Hotel Mutiara mengalami roboh, rata dengan tanah.

Minggu lalu saya dan Lia Ratna Palupi NST (rekan peniliti LP3ES) sempat menginap selama 1 minggu lebih di Hotel Mutiara. Sesuai jadwal tugas Lia direncanakan akan menginap di hotel itu mulai 15 Desember 2008 hingga 4 Januari 2009 Lia akan balik ke kantor di Jakarta.

Namun berdasarkan informasi Mbak Ana (Koordinator Program LP3ES untuk studi konflik dan kekerasan di Indonesia berbasis media), kemungkinan Lia akan diperpanjang waktunya di Papua Barat agar kegiatan riset bisa cepat selesai. Sedangkan saya diharuskan tinggal hingga bulan Februari 2009 guna menyelesaikan tugas riset media di Papua Barat.

Kejadian yang tak dikehendaki itu menimpa Lia pada Minggu pagi (21/12) sekitar jam 8 lewat ketika Lia dalam perjalanan ke warnet hendak mengirim data progres report via email ke LP3ES, motor yang ditumpangi Lia ditabrak oleh pengendara motor yang melaju kencang dari arah belakang, sehingga Lia terpental di aspal dan terpaksa harus dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Manokwari.

Kondisi Lia cukup parah dimana kepala mengalami luka robek (bocor) pada bagian belakang dan samping kanan yang mengakibatkan pendarahan ditambah dengan sejumlah luka yang tersebar dibagian lengan, punggung, lutut dan tangan Lia.

Lia sempat dirawat di RSUD Manokwari selama beberapa hari dengan kondisi rumah sakit sangat memprihatinkan baik dari segi fasilitas maupun pelayanan pada pasien. Setelah berkonsultasi dengan dokter yang merawat Lia dan memperhatikan pelayanan rumah sakit serta ada desakan dari pihak keluarga Lia akhirnya Lia dirujuk ke RS Mitra Internasional Jakarta.

Sejak Lia mengalami kecelakan, saya dan 2 tim peneliti lokal (Mesak Ullo dan Adrian) memutuskan untuk menghentikan sementara waktu penilitian dan kosentrasi mendampingi Lia layaknya seperti perawat di rumah sakit termasuk mengurus percepatan tiket pulang ke kantor Merpati.

Setelah berhari-hari melakukan lobby dan meminta bantuan Mbak Ana (Koordinator Program LP3ES untuk Program Studi Konflik Indonesia) menghubungi manajemen Merpati. Alhamdulillah Lia bisa kembali tersenyum setelah mendapatkan kepastian tiket pulang ke Jakarta dari pihak Merpati.

Sesampai kami di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, setelah ngobrol selama beberapa saat bersama keluarga. Selanjutnya Lia dibawa menuju Rumah Sakit Mitra Internasional untuk diperiksa dan selama beberapa hari Lia diharus rawat inap di rumah sakit yang berletak tak jauh dari Terminal Kampung Melayu itu.

Nanti tanggal 28 Desember 2008 Lia sudah dibolehkan pulang ke rumah, namun tetap melakukan perawatan jalan dibawa kontrol RS Mitra Internasional sampai Lia dinyatakan benar-benar sembuh.

Luka lia belum sembuh, Minggu pagi saya kembali mendapatkan kabar duka dari sejumlah media yang memberitakan “Manokwari dilanda gempa”. Lia juga sempat mengirim pesan singkat (sms) ke saya.”Manokwari gempa 7.2 SR. Potensit sunami. Alhamdullillah saya sudah pulang (jakarta red),”kata Lia via SMS.

Menurut catatan BMG seperti dilansir detik.com, pada pukul 09.29 WIB gempa berkekuatan 5,2 SR terjadi di 50 km barat daya Manokwari. Selain di Manokwari, gempa juga terjadi di timur laut Melonguane, Sulut, berkekuatan 5,2 SR pada pukul 09.19 WIB. Pada pukul 09.09 WIB, gempa 5,1 SR terjadi 111 km timur laut Biak, Papua.

Pada pukul 08.55 WIB, gempa di 60 km barat laut Manokwari berkekuatan 5,7 SR. Pukul 08.52 WIB gempa terasa 5,0 SR di 152 km barat laut Manokwari. Pukul 08.19 WIB gempa 5,0 SR di 110 km barat laut Manokwari. Pukul 08.02 gempa 5,2 SR terjadi di 62 km barat laut Manokwari. Sebelumnya, gempa-gempa susulan juga terasa, terbesar pada pukul 07.00 berkuatan 6,0 SR

Gempa yang melanda Manokwari, Papua Barat, sungguh membuat panik warga sekitar. Apalagi, gempa yang cukup kuat itu sempat dikabarkan bisa menyebabkan tsunami. Warga sekitar pun tergopoh-gopoh berlari menuju tempat yang tinggi seperti di pinggir Jl Yos Sudarso.”Saat ini warga pinggir pantai mengungsi ke pinggir Jl Yos Sudarso. Nggak cuma warga pinggir pantai, kita juga di sini mengungsi,” kata pengungsi yang menetap di dekat Hotel Mutiara Manokwari, Iry, kepada detikcom, Minggu (4/1/2009). Hotel Mutiara sendiri ambruk.

Selama seharian ini Lia tak henti-hentinya memberik info perkembangan gempa Manokwari. Selain itu, Lia juga menyarankan agar saya untuk sementara waktu menunda keberangkatan ke Papua Barat.”Wan nggak usah dulu berangkat ke Papua besok pagi, batalin aja, karena Papua Barat sampai sekarang masih terus dilanda gempa. Syukur Alhamdullillah ya Wan, kita sudah pulang sehingga bisa terhindar dari bencana gempa yang telah merobohkan hotel mutiara yang sempat kita tempati,”kata Lia.

Syukur Allamdulillah selama seharian tak-tak hentikan kami ucapkan karena Allah SWT masih sayang pada kami sehingga terhindar dari bencana besar itu. “Lewat kejadian tabrakan yang dialami Lia, saya akhirnya diberikan ijin oleh kantor untuk mendampingi Lia pulang ke Jakarta. Alhamdullilah saya dan Lia terhindar dari bencana tersebut,”kataku dalam hati usai mendengar berita gempa Manokwari. Ternyata dibalik setiap kejadian pasti ada rencana Tuhan yang kita tidak duga.

Sebenarnya Senin Pagi (5/1/2009) saya berencana terbang lagi ke Manokwari dengan menggunakan pesawat Expres guna menyelesaikan tugas riset di Papua Barat. Tapi karena hari ini Manokwari dilanda gempa yang menyebabkan keratakan pada bandara Manokwari sehingga bandara Rindani ditutup, Lia dan teman-teman LP3ES lain serta Mas Imron (World Bank) menyarankan saya agar menunda keberangkatan ke Papua Barat.”Bsk jgn brgkt dl. Akan kami kabari bsk, apakah ke Jayapura atau rencana lain.Thx,”demikian instruksi Mbak Ana (Koordinator Program) via sms ke saya.

Semoga gempa Papua Barat cepat berakhir sehingga aktivitas masyarakat Manokwari bisa kembali seperti semula dan Lia lekas sembuh..Amin. (Marwan Azis)

Ktr AJI Jakarta
Pancoran Menteng Dalam
4 Januari 2009

About marwanazis

selamat datang diblog pribadiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s