Sekalipun kondisi kota Kairo belum kondusif, namun kabar yang saya peroleh langsung dari Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Abdurrahman Mohammad Fachir, malam ini melalui telpon seluler terkait kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk adik saya, Anas, yang saat ini sementara merampungkan studinya di Universitas AL Azhar Kairo cukup melegakan.

“Hasil pemantauan di berbagai kota di Mesir menunjukkan bahwa warga negara Indonesia di Mesir dalam kondisi baik dan aman, tidak ditemukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Tadi saya sempat melakukan tatap muka dengan masyarakat di kantung-kantung WNI, salah satunya di Nasr City, Kairo,”ungkapnya.

Menurut Fachir, Anas bersama WNI lainnya insya Allah dalam kondisi baik-baik saja.”Sejauh ini WNI masih dlm kondisi aman. Jarak kampus dan asrama mahasiswa Indonesia dengan lokasi kerusakan lumayan jauh,”tambahnya.

Ia menyarankan, hendaknya WNI mentaati jam malam yang diterapkan pemerintah Mesir dan menghindari keramaian dan aksi massa. “Kalau itu dipatuhi, Insya Allah aman,”tandasnya.

Mengingat hampir semua sarana komunikasi di Mesir terputus, maka WNI diminta melakukan sistem pesan berantai, agar pesan-pesan Dubes sampai ke WNI seluas mungkin. Ia juga mengingatkan kembali agar WNI, untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke Mesir.

Untuk keperluan pengamanan dan pelayanan WNI, KBRI membuka sejumlah posko di Gedung Kedubes RI, konsuler, kesekretariatan ormas Indonesia. Selain itu KBRI Mesir juga membuka hotline 24 jam KBRI Cairo: +20 227947200 untuk kepentingan perlindungan WNI di Mesir. Sedangkan keluarga Indonesia yang ingin mengetahui kondisi keluarga bisa menghubungi hotline +20227953877.

Berdasarkan informasi yang dilansir sejumlah media melaporkan hingga hari ke-7 aksi demonstrasi hari ini, setidaknya 50.000 orang memadati Lapangan Merdeka (Maidan at-Tahrir) di pusat kota Kairo dan telah ratusan orang tewas akibat kerusakan dalam seminggu terakhir ini.

Seperti diketahui, situasi politik Mesir kini tak menentu bahkan sudah beberapa hari belakangan ini berlangsung chaos. Ribuan warga turun kejalan menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. Mubarak, yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dinilai gagal mengatasi kondisi ekonomi Mesir, yang diperparah dengan dengan maraknya praktek korupsi dan kuatnya tekanan terhadap media dan kebebasan berekspresi. (Marwan Azis).

About marwanazis

selamat datang diblog pribadiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s